Mudik dan Reuni

29 06 2017


Ketika liburan panjang tiba, maka yang jadi topik hangat adalah mudik dan reuni. Ada yang mudik untuk reuni dengan rekan-rekan SD sampai dengan kuliah, ada pula yang mudik hanya untuk bertemu keluarga. Bahkan sebagian juga mudik untuk melihat investasi yang dilakukan di kampung halaman.

Dengan tujuan yang hampir sama, Mudik dan Reuni, mempunyai semangat yang mirip. Coba saja lihat perbincangan di berbagai group sekolah, semangat untuk reuni seperti merancang suatu event yang semarak. Mulai dari persiapan angkutan, lokasi, makanan sampai dengan acara dan kostum. Ada yang disiarkan lewat radio, surat kabar bahkan sampai Televisi, yang jelas social media menjadi sarana yang utama.

Mudik juga begitu persiapannya mulai dari oleh-oleh sampai dengan membeli tiket dan menginap dimana. Bahkan merancang apa saja yang mau dikunjungi selama mudik ke kmpung halaman. Tak ketinggalan makanan khas yang mau dicicipi, dengan alasan rindu makanan daerah. Apalagi habis puasa yang cukup panjang menyebabkan selera makan sedang meningkat.

Membahas mengenai mudik dan reuni banyak nasehat dan tips yang berseliweran di social media dan group chatting. Tergantung pada cara masing-masing memaknai sebuah proses mudik dan reuni. Apa tujuan yang ingin dicapai ? Apakah untuk memperlihatkan keberhasilan yang telah dicapai, mengenang masa-masa indah atau menjalin keakraban dan melihat peluang untuk bekerjasama.

Ada yang memanfaatkan mudik dan reuni untuk kepentingan pencitraan termasuk dukungan pencalonan kepala daerah atau anggota dewan, ada pula untuk kepentingan bisnis dan ada yang hanya untuk bernostalgia. Tentunya banyak yang kangen keluarga dan menikmati suasana kampung halaman. Bagi saya mudik artinya menikmati masakan dan melihat pemandangan kampung yang hijau dan kesempatan berbincang dengan keluarga.

Bagaimanapun mudik dan reuni ada kalanya membutuhkan dana yang tidak sedikit utamanya jika harus melakukan perjalanan jauh. Untuk itu mudik dan reuni harus bisa dinikmati sebagai suatu proses sosialisasi dan menjalin silaturahim. Waktu cepat berlalu kita berubah menjadi tua, kesempatan mudik dan reuni harus memberikan manfaat untuk merasakan bahwa kita punya keluarga, punya kampung halaman dan punya sahabat.

Apapun kebanggaan yang kita miliki dalam mudik atau reuni, yang lebih penting dari itu adalah memiliki keluarga dan sahabat. (AA)