Belajar Ikhlas 

28 06 2017


Ketika kita bisa merelakan sesuatu yang hilang, kita biasa mengatakan diikhlaskan saja. Bisa berarti bahwa ikhlas pada saat kita bisa mengembalikan pada kehendak Yang Mahakuasa.

Kita belajar ikhlas pada saat sesuatu yang terjadi secara sengaja atau tidak sengaja. Kita juga belajar ikhlas pada saat kita diberikan cobaan atau diberikan kemudahan, misalnya :

  • Merelakan barang bawaan atau oleh-oleh makanan khas yang tercecer di stasiun atau bandara.
  • Membayar mahal makanan rumah makan atau restoran yang harganya tidak masuk akal dan pelayanannya buruk.
  • Menerima kiriman belanja online yang tidak sesuai dengan gambar dan malas mengembalikannya.
  • Memberikan kepada orang lain baju atau celana baru yang salah beli ukurannya.
  • Merelakan sepotong ayam yang dimakan kucing kesayangan atau kucing tetangga.
  • Merelakan uang kembalian belanja yang ditukar dengan permen atau disumbangkan entah kemana.
  • Merelakan uang yang salah transfer dan tak tahu kemana harus meminta dikembalikan.
  • Membayar lebih banyak dari 2,5% atas penghasilan untuk zakat dan menyumbang untuk infaq dan sadaqoh.
  • Mewakafkan tanah atau uang untuk membangun masjid dan mebantu kegiatan ibadah.
  • Memberikan uang belanja harian kepada yang lebih membutuhkan.
  • Merelakan karyawan atau tim terbaik untuk berpindah perusahaan.
  • Merelakan kekasih bertugas di tempat yang jauh, asalkan tidak berpindah ke lain hati.
  • Memahami pelanggan yang marah, walaupun tidak tahu siapa yang membuatnya marah.

Kamu pasti punya cerita tentang ikhlas lainnya ? Ayo berbagi dan memberikan semangat bagi yang lain. (AA)