Sumbu Pendek

27 06 2017


Seperti umumnya bahan peledak, biasanya mempunyai sumbu untuk memicu terjadinya ledakan. Semakin pendek sumbu yang digunakan, maka makin cepat meledak, sebaliknya semakin panjang sumbu yang digunakan, maka semakin lama terjadinya ledakan. Sumbu ibarat hitungan mundur bom waktu yang siap menjalar untuk mencapai titik ledakan yang diinginkan. 

Dalam kehidupan kita juga demikian, ada kalanya kita terlihat sangat emosional dan mempunyai sumbu pendek, yang responsenya terhadap kondisi tertentu sangat cepat. Kita marah pada saat makanan lambat disajikan, kita marah pada saat kereta terlambat, kita marah pada saat jalanan macet dan semacamnya. Sebaliknya sebagian dari kita juga mempunyai sumbu yang agak panjang yang bisa mengulur waktu untuk tidak meledak. Kita bisa menikmati sebuah proses atas tertundanya atau ketidaksesuaian sesuatu dan mengambil hikmahnya.

Sikap mengulur waktu akan memberikan kita kesempatan untuk berpikir lebih jernih terhadap  berbagai kondisi yang kita hadapi. Bahkan kemungkinan bisa memahami atau mengantisipasi dampak yang ditimbulkan dari sikap yang emosional. Bagaimanapun luka yang timbul akibat suatu ledakan, merupakan hal yang tidak bisa dikembalikan sempurna, alias pasti ada cacatnya.

Sebagai mahluk yang memiliki perasaan, jika kita punya sedih, kita juga akan punya rasa gembira. Jika kita punya marah atau kecewa, kita juga punya senang atau bahagia, jika kita bisa merasa lambat, kita juga bisa merasakan yang cepat. Jika tahu yang buruk atau jelek, kita juga akan tahu yang cantik atau baik. Hal yang bertolak belakang ini merupakan sesuatu yang tidak mudah diseimbangkan. 

Terhadap sesuatu yang tidak sesuai kita punya cara pandang untuk kecewa atau marah. Pada saat kita berhak untuk marah, berhak untuk menuntut dan berhak mendapatkan lebih baik. Apakah tidak boleh kita kecewa, marah dan menuntut ? Tentu saja ada jalurnya yang lebih baik, walaupun jalur keras terkadang dirasakan menjadi jalur yang mudah untuk mendapatkan perhatian.

Bagaimanapun sikap emosional dapat dikendalikan dengan mengatur sumbu ledak perasaan kita. Sikap menahan diri, mengulur waktu dan tetap tenang akan memudahkan mencerna makna, sekaligus bisa berkomunikasi dengan baik. Cara kita berkomunikasi menjadi alat kendali untuk menyampaikan sesuatu dengan bijak, baik dalam bahasa tulisan maupun dalam komunikasi verbal.

Bulan Ramadan bisa menjadi bulan dimana kita belajar mengendalikan emosi. Lebaran menjadi titik dimana kita merayakan keberhasilan kita mengendalikan diri, sekaligus kita lulus dan bisa menerapkan selanjutnya. Tetap semangat dan mari mengolah emosional kita dengan mengatur sumbu ledak kita. Semoga hikmah ramadan menjadi berkah bagi kita semua. (AA)





Bisnis Makanan

27 06 2017

Bisnis makanan memang selalu menarik dan penuh dengan persaingan dan tantangan. Ini menyangkut selera makan pelanggan yang menuntut variasi rasa yang sesuai dengan lidah pelanggan. Tak lupa juga harus sesuai dengan selera kantong pelanggan, jika tidak akan ditinggal pelanggan atas beban harga yang premium.

Bisnis makanan juga menantang dengan hadirnya pemain-pemain baru dalam kemasan franchise yang mengisi ceruk-ceruk pasar yang tak terduga. Bisa saja suatu makanan atau rumah makan tiba-tiba ramai dan diperbincangkan di media sosial. Kemudian tak berapa lama sudah menghilang karena pelanggan bosan atau hanya mencoba sekali saja.

Yang bertahan nama-nama besar seperti McD, KFC, Pizza Hut, Hoka Bento, Dunkin Donat, atau berbagai retailer makanan lainnya. Tak ketinggalan pastinya yang paling laris adalah kantin sekolah, kayaknya ini selalu ramai. Berbagai macam makanan biasanya selalu habis dikonsumsi anak-anak sekolah. Hadir diberbagai tingkatan sekolah, mulai TK sampai dengan Universitas. Mulai dari pedangan kaki lima sampai dengan franchise restoran ternama.

Tak hanya itu, kehadiran mini market yang menyediakan makanan cepat saji, utamanya minuman dan mie instant merupakan saingan yang berarti terhadap bisnis makanan. Lihatlah alfamart, indomaret, carrefour dan sevel. Belakangan sevel tutup, karena tidak sanggup bersaingan dalam kompetisi penjualan mini market atau memilih bisnis makanan.

Tutupnya Seven Eleven versi Indonesia banyak diperbincangkan, bagaimana tidak ? Banyak kalangan menikmati fasilitasnya sebagai tempat nongkrong dengan rekan. Kenangan punya pacar bisa saja terjadi disana, begitulah tempat makan memang menyimpan sebuah kenangan. Berbagai kenangan itu menyebabkan pelanggan membahas mengenai sevel. Walaupun saya belum pernah belanja di Sevel versi Indonesia, kalau di luar negeri pernah.

Coba saja perhatikan bisnis makanan yang sedang tumbuh di sekitar tempat tinggal atau kantormu. Ada bakso yang tiba-tiba ramai, martabak, burger, atau es cream, siomay, donat dan berbagai macam makanan lainnya. Diantara banyaknya makanan yang diperjual belikan, ada yang bertahan, ada yang tutup dan ada pula yang berkembang pesat. Jika ada satu yang tutup, berikutnya ada lagi yang buka. Begitulah seterusnya, ada saja yang tertarik menggarap bisnis ini.

Bagaimanapun kehadiran pebisnis makanan juga menuntut restoran sekelas McD atau KFC harus juga turut berinovasi dalam menyediakan berbagai menu baru, jika tidak kemungkinan ditinggalkan pelanggannya. Bahkan McD juga menjual ayam goreng, seperti halnya KFC menjual burger. Keduanya bisa tumbuh dengan persaingan itu.

Berminat menggarap bisnis makanan ? Untuk itu perlu mempertimbangkan beberapa hal :

  1. Pilih makanan yang menarik dan mudah dikenali. Gunakan kekuatan sosial media untuk memperkenalkan pada kelompok pelajar dan mahasiswa. Mereka termasuk pelanggan yang mau mencoba makanan yang baru.
  2. Pilihlah lokasi yang dekat dengan kampus atau sekolah atau perkantoran, jika perlu dapatkan kesempatan buka di kantin sekolah atau kantor.
  3. Tetapkan paket atau porsi makanan dengan harga yang pantas untuk kalangan pelajar dan mahasiswa, sehingga mereka mampu membeli secara rutin.
  4. Berikan fasilitas yang memadai untuk merasakan pengalaman membeli atau makan di tempat yang disediakan. Jika perlu sediakan internet secara gratis.
  5. Terus melakukan inovasi terhadap variasi makanan dengan mengeluarkan paket-paket khusus. Namun jangan ragu menarik produk yang sudah kurang laku, suatu saat pelanggan akan kangen dan bisa dikeluarkan lagi.

Demikian ulasannya. Semoga bermanfaat. (AA)





Pasar Gembrong

14 06 2017


Pasar gembrong merupakan pasar yang terkenal dengan penjualan mainan. Berbagai macam mainan tersedia di kawasan ini. Namun kali ini saya tidak akan membahas mengenai aktivitas di pasar tersebut. Yang menarik justru kemacetan yang setiap hari melewati pasar ini.

Penyebabnya bukan karena aktivitas pasar yang ramai, namun kemacetan yang rutin terjadi karena adanya 3 flyover dan 1 terowongan yang dekat dengan kawasan ini. Jika anda menyusuri BKT ke arah kuningan di pagi hari, maka anda akan berhadapan dengan kemacetan mulai dari pasar gembrong.

Sebaliknya jika anda menyusuri jalan Abdullah Syafeei dari kuningan ke arah duren sawit atau pondok kopi, maka kemacetan akan terasa dari kawasan kota kasablanka sampai dengan pasar gembrong. Biasanya ini terjadi pada sore hari, dimana banyak pengguna kendaraan menuju kawasan perumahan di wilayah timur Jakarta.

Dengan adanya 3 flyover di kawasan ini, menyebabkan terjadinya bottle-neck yang beruntun. Apalagi sejak ditutupnya jalur penyebarangan di stasiun kereta api tebet, sehingga mayoritas pengguna kendaraan harus menggunakan flyover tebet. Akibatnya terjadi perebutan 2 jalur yang ada dari beberapa pengguna jalan dari arah kampung melayu dan fly over kampung melayu atau pasar gembrong.

Saling berebut antara pengguna mobil dan motor menyebabkan pengendara memperlambat kendaraan. Dampaknya akan sangat terasa bagi pengendara yang harus menempuh jarak yang pendek tersebut dalam waktu antara 45-60 menit, bahkan lebih. Bisa dibayangkan berapa banyak energi dan waktu yang terbuang di jalur tersebut.


Sebenarnya jika pengendara teratur dan bergantian kemungkinan bisa lebih cepat. Namun seakan pengendara tidak mau saling mengalah. Bahkan saling berebut untuk mengisi ruang kosong yang tersedia, walaupun hanya beberapa cm akan diisi oleh sepeda motor.

Sebenarnya jika pengendara teratur dan bergantian kemungkinan bisa lebih cepat. 

Kondisi kemacetan ini terjadi tidak hanya di flyover Tebet, akan tetapi juga terjadi sebelum terowongan pasar gembrong dan fly over kampung melayu. Bagi pengendara yang rutin melewati jalur ini akan terbiasa merasakan kemacetan di flyover dan terowongan tersebut.

Memperhatikan dari kondisi yang terjadi pada jalur ini, seakan tidak ada solusi yang tepat sampai dengan dibukanya jalur di stasiun Tebet. Namun ini juga mungkin tidak akan terjadi, karena jalur stasiun Tebet seperti sudah ditutup secara tetap.

Untuk menghindari jalur ini beberapa pilihan yang memungkinkan yaitu melalui jalur Cawang ke Jalan MT Haryono menuju Gatot Subroto atau Pancoran. Bisa juga melalui jalur stasiun Jatinegara menuju jalur Jalan jatinegara Barat menuju Matraman.

Ada kalanya beberapa polisi bertugas mengatur lalu lintas jalur ini, namun tidak bisa melakukan banyak hal. Padatnya kendaraan menyebabkan polisi seakan tidak berdaya dengan kondisi tersebut. Jadi Polisi yang bertugas hanya mengawasi saja untuk mengantisipasi kemacetan yang lebih besar.

Berbagai lokasi di Jakarta juga mengalami hal yang sama akibat pembangunan jalan atau sarana transportasi. Berharap pembangunan yang dilakukan dapat berjalan dengan baik, sehingga pengorbanan yang dihadapi berbagai pihak dapat segera dirasakan sebagai bentuk perbaikan.

Berharap pembangunan yang dilakukan dapat berjalan dengan baik, sehingga pengorbanan yang dihadapi berbagai pihak dapat segera dirasakan sebagai bentuk perbaikan.

Sebagai kota yang terus bertumbuh, Jakarta akan berhadapan dengan kondisi perbaikan jalan yang terus terjadi. Tak sabar rasanya melihat hasil dari pembangunan saat ini. Bagaimanapun sudah lama Jakarta tidak merasakan pembangunan yang sangat masif. Dampaknya banyak yang terganggu akibat perubahan yang drastis atas terhambatnya berbagai jalur. Secara positif kita tunggu saja hasilnya. (AA)





Kendaraan Listrik

9 06 2017


Jika memperhatikan jalanan di Beijing banyak kendaraan yang lalu lalang dengan menggunakan tenaga listrik. Mulai dari sepeda, motor, sampai dengan mobil menggunakan daya gerak dari tenaga listrik.

Kendaraan kecil dan ringan serta tingkat kebisingan yang rendah, kelihatannya menjadi pilihan untuk berbagai aktivitas. Dipakai ke tempat bekerja, ke sekolah, belanja ataupun untuk kegiatan bisnis. Penggunaan kendaraan kecil dengan 3 roda atau 4 roda dimanfaatkan untuk mengangkut barang dalam jumlah banyak.
 
Berbagai variasi kendaraan terlihat di jalanan, bahkan kemungkinan hasil modifikasi dari berbagai produsen kendaraan. Terkesan ada kebebasan untuk membuat kendaraan sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Bahkan jika saya perhatikan tidak ada nomor kendaraan untuk type angkutan kecil ini. (AA)





Robotic, Chat, dan Social Media

8 06 2017


Sepertinya robotic dengan artificial intelligence mengambil hati berbagai kalangan, sehingga menjadi topik yang banyak dibicarakan. Penggunaan teknologi digital, omni channel, social media, chat atau chat-bots, dibicarakan oleh banyak kalangan.


Presentasi dari Sean Mather, auscontact Australia memulai dengan membicarakan dunia digital atau dikemas dalam omni channel. Sean mencontohkan pelayanan salah satu bank dalam video yang disampaikan. Dilanjutkan dengan pembicara Joyce Poon, HKCCA Hongkong juga membahas mengenai hal ini.


Pada bagian akhir presentasi pagi ini, Saya juga membawakan mengenai social media dan omni channel.


Hal ini patut menjadi perhatian, sehingga penggunaan social media dan omni channel serta robotic akan mendukung customer satisfaction, relationship, experience dan engagement. (AA)





Site Visit Beijing

8 06 2017

Kegiatan pertama di Beijing adalah kunjung ke 2 lokasi contact center. Yang pertama ke ICBC Bank dan kedua adalah Lenovo, produsen komputer.

Pada kunjungan ke ICBC, tamu yang terdiri dari beberapa peserta dari berbagai negara menerima penjelasan mengenai perkembangan pelayanan contact center ICBC. Pada intinya teknologi digital dengan dukungan artificial intelligence sangat ditonjolkan, begitu juga pelayanan chat dan sms.

Turut hadir pada kunjungan ini adalah asosiasi dari Australia, auscontact, kemudian Thailand, Korea, Hongkong, Malaysia dan Indonesia. Kami disambut oleh direktur yang memimpin contact center ICBC Bank. 

Menempati hampir semua lantai di salah satu gedung berlantai 16, contact center ICBC menggunakan sekitar 1,200 seat dalam berbagai pelayanan termasuk telepon, email, sms, chat dan robotic. Mereka menggunakan aplikasi yang dibuat sendiri dan disesuaikan dengan kondisi pelayanan yang dibutuhkan.

Setelah kunjungan ke ICBC dilanjutkan dengan kunjungan ke Lenovo Service, pada salah satu bagian yang memberikan pelayanan teknologi komputer. Bagian ini memberikan dukungan teknis atas purna jual, utamanya jika ada masalah dengan aplikasi.

Penjelasan dimulai dengan milestone dari Lenovo dan berbagai perkembangan yang mereka lakukan. Presentasi dibawakan dalam bahasa China dan diterjemahkan oleh salah satu peserta dari Hongkong. Yang menarik ada TV interactive yang digunakan pada saat presentasi, 3 buah TV yang digabungkan dan menjadi panel touch screen.

Tak banyak yang bisa digali dan kami juga tidak bisa masuk ruangan contact center, karena mereka tidak mengizinkan. Kami cukup melihat dari ruangan yang tembus pandang.

Terlihat berbagai model notebook dipajang dan beberapa petugas sibuk memberikan pelayanan melalui telepon dengan headset di kepala. (AA)





Puasa di Beijing

7 06 2017


Kali ini mendapatkan kesempatan untuk berbicara dalam forum BPO (Business Process Outsourcing) di Beijing atas undangan CNCCA – China Contact Center Association. Saya akan mempresentasi perkembangan contact center di Indonesia.

Setelah lama tidak ke Beijing, kali ini undangannya cukup menantang karena musim panas dengan waktu fajar ke magrib yang cukup lama yaitu hampir 17 jam. Hal ini membuat jam berpuasa juga cukup panjang. Jika dibandingkan di Jakarta dari jam 4:30 – 17:48 atau hanya sekitar 13 jam.


Baru tiba tadi pagi dan langsung diisi dengan berbagai kegiatan. Setelah perjalanan 6 jam dari Jakarta ke Beijing yang cukup melelahkan, termasuk makan sahur di pesawat. Yang jelas sahur sekitar jam 2:00 waktu di pesawat dan sedang berada di sekitar kota Hongkong.

Pada waktu menjelang berbuka, yang terlintas adalah makanan apa yang akan dinikmati pada saat sahur besok ? Akhirnya coba keluyuran di sekitar hotel dan menemukan supermarket dan bisa membeli beberapa hidangan yang cukup layak untuk dikonsumsi. Sambil berharap mudah-mudahan room service di hotel bisa menyediakan hidangan jam 2 pagi.

Bagaimanapun tetap berharap kehadiran di Beijing memberikan manfaat, baik bagi diri pribadi maupun bagi peserta. (AA)