Menariknya Kekuasaan

15 07 2017

Jelang pemilihan kepala daerah secara serempak tahun 2018 banyak terpasang baliho bakal calon pemimpin. Hal yang sama dengan kampung halaman saya, Pinrang. Dalam mudik mendadak ke kampung halaman, sepanjang perjalanan dari Makassar ke Pinrang, banyak baliho figur bakal calon yang mempromosikan dirinya. Tentunya dengan berbagai slogan dan program kerja yang diunggulkan.
Banyak dana promosi maupun sosialisasi yang harus dikeluarkan tak menyurutkan niat mereka untuk menjadi pemimpin. Banyaknya tuntutan masyarakat untuk mendapatkan program kerja yang lebih nyata, menjadi tantangan. Dilain pihak mempengaruhi ketertarikan masyarakat untuk memilih membutuhkan program nyata yang ingin dirasakan secara langsung. Semua itu butuh dana yang tak sedikit.
Pertanyaannya, bagaimana dana itu semua akan kembali ? Atau adakah yang mendanai hal tersebut sebagai program tanggung jawab sosial yang menyalurkan bantuan kepada masyarakat ? Kalau menang, kemungkinan ada kesempatan mengembalikan. Bagaimana kalau kalah ? Apakah yang kalah akan menganggap semua dana yang dikeluarkan dianggap sebagai sumbangan atau akan menuntut pihak-pihak yang menjanjikan kemenangan.
Coba bayangkan jika setiap calon harus mengeluarkan dana 10-100 Milyar untuk memenuhi ambisinya. Banyak dana yang digunakan akan membuat daerah mempunyai perputaran uang yang besar. Bisa jadi hanya dinikmati oleh orang-orang tertentu, yang menjalankan eforia pilkada. Ada tim sukses yang turut menyumbang dengan harapan calon yang diusung bisa mendapatkan suara dan ada pula sebaliknya.
Iseng bertanya ke sejumlah kalangan, ada yang berpendapat bahwa semua dana tersebut bisa kembali jika memenangkan pemilihan kepala daerah. Berbagai bentuk program pembangunan dan perizinan bisa menjadi jalur untuk memperoleh pengembalian dana. Kalau hal ini benar adanya, kasihan masyarakat yang tidak bisa mendapatkan pembangunan yang maksimal, karena harus dibebani oleh biaya pilkada.
Dari berbagai perbincangan, yang mengisi hampir mayoritas pertemuan dengan berbagai kalangan, saya mendapatkan kesan buruk pilkada. Suatu program yang membutuhkan ongkos yang besar dan bisa jadi hanya dimenangkan oleh kalangan yang mempunyai dana besar. Sebaliknya bakal calon yang mempunyai program kerja dan kemampuan memimpin daerah lebih baik tidak dapat terpilih. Masyarakat juga digiring untuk lebih cenderung memilih berdasarkan “manfaat” langsung yang mereka dapatkan.
Apapun motivasinya, tetap menjadikan pemilihan kepala daerah menarik, baik untuk kepentingan partai, kepentingan calon ataupun kepentingan tim sukses. Bahkan jika tidak ada calon, maka partai juga akan pusing untuk memenuhi ketentuan. Pada akhirnya pemilihan kepala daerah kurang menarik jika harus memilih antara calon dan kotak kosong.
Apakah nanti dapat kewujudkan janji-janjinya atau hanya memilirkan bagaimana cara mengembalikan dana yang sudah dikeluarkan. Ada yang akan bekerja keras dalam membangun daerahnya, ada pula yang akhirnya terjebak dengan pungli atau korupsi yang terindikaai dan tertanggap KPK.
Berharap bahwa siapapun yang terpilih sebagai pemimpin dapat membawa kepada perbaikan kehidupan masyarakat, perbaikan pada pelayanan dan pendapatan daerah. (AA)

Advertisements




Tetap Sehat Di Usia Senja

14 07 2017

Seiring dengan waktu, usia kita bertambah dan kemampuan kita mengalami kurva meningkat, selanjutnya akan menurun. Semakin lama semakin rendah, baik dalam kemampuan komunikasi, kemampuan bergerak maupun daya tahan tubuh terhadap penyakit.
Bagi orang-orang tertentu menjaga kesehatannya, baik dengan mengkomsumsi makanan sehat, terus berolah raga, menghindari stress kerja, menjaga waktu tidur atau konsumsi vitamin. Berbagai hal dilakukan, baik secara tiba-tiba ataupun sudah merupakan kebiasaan. Ada yg dulunya melakukan aktivitas yang tidak teratur, karena ada indikasi penyakit tertentu, akhirnya menjadi lebih teratur. Ada pula yang mempunyai kebiasaan olah raga dan menjaga diri dengan menghindari makanan tertentu.
Berbagai upaya dilakukan untuk tetap sehat. Namun usia menyebabkan daya tahan menurun. Ada yang usianya diatas 50, tapi sakit-sakitan, ada pula yang usianya sudah 70 an dan tetap sehat melakukan berbagai aktivitas. Semua itu adalah proses panjang yang kita lakukan sebelumnya. Berbagai hal yang dilakukan dan berdampak buruk pada kesehatan mempengaruhi beban dan daya tahan tubuh.
Memperhatikan Ayahanda yang terbaring sakit, dalam usianya yang menginjak 77 tahun. Walaupun saya tahu bahwa beliau rajian menjaga kesehatan, menjaga minum atau makan makanan yang sehat, tidak terbebani dengan berbagai macam hal. Namun usia telah mengurangi daya tahannya terhadap penyakit yang dideritanya. Berbagai macam penyakit menjadi faktor lemahnya kondisinya dan saat ini terbaring melawan penyakit yang dideritanya. Berbagai obat diberikan dan juga cairan infus membantunya untuk mendapatkan asupan makanan.
Satu hal yang tetap membuatnya terjaga, dengan kehadiran anak-anaknya disampingnya, yang bisa mengurus segala kebutuhannya. Terasa bahwa ada saatnya kita sebagai anak mempunyai kesempatan memberikan perhatian bagi orang tua. Jika dia dulu yang merawat kita, termasuk jika kita sakit, mengurus berbagai macam biaya hidup kita. Sekarang saatnya memberikan sesuatu yang dibutuhkannya. Mungkin kembali menjadi sehat seperti sediakala tidak bisa, namun bagaimana merasakan perhatian dari anak-anaknya.
Bagaimana dengan kita, suatu saat nanti, pada saat kita menjadi tua dan kemampuan menurun. Apakah anak-anak akan hadir disamping kita ? Mengurus segala kebutuhan, baik pada saat kita sehat maupun pada saat kita sakit. Atau mungkin saja yang menemani hanya perawat dan dokter, tanpa anak yang sibuk dengan berbagai urusannya. Saya kira adalah pilihan yang harus dipersiapkan saat ini, baik bagi kita sebagai orang tua maupun sebagai anak.
Pilihannya tentunya supaya kita tetap sehat dan menjalankan aktivitas. Untuk itu kita perlu bekal sehat, bahkan jika kita punya banyak asuransi yang akan menjamin pengobatan kita. Pilihannya tentu tetap dalam kondisi sehat dan terhindar dari berbagai penyakit yang membebani. Betapa bahagianya bisa menikmati makanan, bisa menikmati pemandangan atau berbagai kebiasaan lainnya sampai hari tua. Bagaimana merasakan mempunyai cucu, melihat anak-anak bahagia dengan keluarganya.
Begitulah sehat memang sebuah anugerah yang harus kita syukuri dan menjaga diri tetap sehat adalah bagian dari rasa syukur itu. Semoga berkah dan bermanfaat adanya. (AA)





Bermitra Dengan Telexindo

1 07 2017


Sesuai dengan logo yang dimiliki oleh Telexindo dengan 5 kotak pada logo tersebut, hal ini sejalan dengan 5 Lini bisnis Telexindo, yaitu : Training, Consultant, Event Management, Publication dan Partnership. Dengan keinginan kuat untuk terus bermitra dengan pelanggan membentuk slogan yang sesuai dengan tag line pada majalah iCallCenter yaitu “CREATIVITY, CONNECTION, AND COLLABORATION”.
Semuanya berfokus pada Contact Center, CRM dan Customer Service. Saat ini Event dan publication masih menjadi penunjang bisnis, belum menjadi penggerak revenue bagi Telexindo. Digunakan sebagai media promosi untuk pengembangan bisnis Telexindo. Berbagai aktivitas yang dikemas di Telexindo menunjukkan kreativitas lahir dan mengalir untuk mengembangkan industri Contact center di Indonesia. Upaya Telexindo untuk terus mengajak partisipasi semua pihak dalam mengembangkan industri Contact center dilakukan dengan kegiatan-kegiatan sharing yang bermanfaat buat semua praktisi.
Khusus untuk Consultant, Telexindo mempunyai kerangka audit dan pengembangan Contact center yaitu : 9 Pilar Manajemen Contact Center. Pilar tersebut yaitu : Strategi Pelayanan, Kemitraan (Business Alignment), Manajemen Perubahan, Manajemen Pelanggan, Manajemen Proses Bisnis, Manajemen Informasi, Manajemen Tenaga Kerja, Manajemen Teknologi dan Infrastuktur serta Manajemen Kinerja.
Kerangka Audit tersebut dilengkapi dengan kerjasama dengan COPC dan CustomerServiceAudit (CSA). COPC sebagai Leader dalam menyediakan audit operasional Contact Center, sedangkan CSA sebagai penyedia aplikasi audit dan self assessment Contact Center. Keduanya saling melengkapi dalam konsep Consulting Telexindo.


Untuk produk Training, Telexindo sudah menyelesaikan konsep baku untuk CCTL (Certified CC Team Leader), CCCS (Certified CC Supervisor) dan CCCM (Certified CC Manager). Jika CCTL diperuntukkan bagi Team Leader dan Tim Support, maka CCCS dan CCCM diperuntukkan sebagai jenjang lanjutan bagi Manager atau Supervisor yang telah mengikuti CCTL. Untuk CCTL, CCCS dan CCCM mengacu pada buku “Sukses Mengelola Call Center”. Begitu juga sudah ada bentuk baku untuk training Agent yaitu First Step to CC Services, yang disertai dengan buku.


Berikutnya Telexindo harus mengembangkan untuk produk training QUALITY, TELEMARKETING, KEPEMIMPINAN, FORECASTING & SCHEDULING, serta CRM dan CUSTOMER SERVICE. Sebenarnya untuk materi tersebut sudah ada bentuk modulnya dan pernah digunakan dalam berbagai pelatihan, namun belum ada buku acuan dan bentuk ujian yang bisa menguji kompetensi peserta. Mudah-mudahkan bisa segera diwujudkan dengan kerjasama yang baik dengan semua sumber daya di Telexindo.


Pengembangan di bidang Partnership juga terus dipacu dengan mengembangkan proyek-proyek baru dan bentuk kerjasama penyediaan SDM yang lebih luas. Baik untuk kerjasama penyediaan teknologi maupun penyediaan full Outsourcing dalam kerangka terbatas. Partnership memang sangat selektif dalam memilih bisnis yang dikembangkan untuk Partnership, mengingat keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Namun demikian tetap fokus pada kemampuan dasar Telexindo yaitu Pengembangan Sumber Daya Manusia, mengedepankan bisnis kreativitas dan kemampuan berkolaborasi. Diharapkan dengan value Added yang difokuskan Telexindo, bisa bersaing dalam kerangka bisnis yang lebih baik.
Dari segi Event, Telexindo telah membuktikan diri sebagai penyelenggara The Best Contact Center Indonesia sejak tahun 2007, bahkan pernah mengerjakan Event bertaraf internasional seperti APCCAL Expo 2010. Berbagai seminar sudah dilaksanakan baik dalam skala kecil 50-100 peserta sampai dengan 300-500 peserta.


Begitu juga aktivitas Benchmarking Contact Center ke dalam dan luar negeri telah difasilitasi oleh Telexindo serta diikuti oleh berbagai pihak. Kunjungan telah dilaksanakan ke berbagai Contact Center di berbagai negara termasuk China, Singapore, Hongkong, Malaysia, Korea Selatan, Philippines dan Thailand.


Keunggulan Telexindo tampak pada kemampuannya memposisikan diri dalam mengelola kegiatan contact center. Dengan mengelola berbagai kegiatan besar utamanya The Best Contact Center Indonesia, menunjukkan Telexindo mampu mengelola proyek dengan baik. Dengan komitmen manajemen untuk mengembangkan Telexindo dan memberikan makna pada perkembangan dunia contact center. (AA)





Best Friend

30 06 2017


Kali ini ingin menulis Lowongan pekerjaan untuk menjadi Best Friend. He he he … kenapa begitu ? Tidak cukup hanya seseorang yang bisa menjadi MANAGER BUSINESS DEVELOPMENT, seharusnya bisa menjadi sahabat bagi rekan-rekan kerja di kantor.

Ayo simak kualifikasinya, siapa tahu anda atau seseorang yang anda kenal termasuk yang sesuai dengan pekerjaan ini :

  • Pria / Wanita, Usia maksimal 40 tahun, usia yang cukup layak sebelum masa pensiun 55 tahun.
  • Pendidikan Min. S1 semua jurusan. Pada dasarnya ini landasan yang baik bahwa ia pernah menyelesaikan tangangan perkuliahan dengan segala macam masalahnya.
  • Mampu berkomunikasi dengan baik dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Bagaimanapun seorang sahabat perlu pandai berkomunikasi.
  • Memiliki pengalaman minimum 3 tahun sebagai Team Leader atau Supervisor di Contact Center atau Customer Service. Perlu seseorang yang berpengalaman, sehingga pernah merasakan posisi yang mirip dan mudah beradaptasi.
  • Bisa bekerjasama dalam membangun tim untuk mencapai target proyek serta memotivasi tim untuk mencapai target. Ini sangat diperlukan untuk memiliki tim yang solid dan termotivasi.
  • Memiliki kemampuan perencanaan bisnis dan komitmen untuk mencapai target bisnis yang direncanakan. Diharapkan bisa menyusun target bisnisnya yang realitis dan mampu mencapainya.
  • Menyukai bertemu orang lain dan melakukan kunjungan secara rutin ke calon mitra kerja sesuai target market yang telah ditentukan. Dibutuhkan yang mau bertemu dengan orang lain, utamanya orang baru, sehingga mau berkembang dan membangun bisnis.
  • Memiliki kemampuan untuk membuat proposal bisnis, membuat materi presentasi dan melakukan presentasi. Ini sangat penting untuk membangun bisnis diperlukan seseorang yang mampu menawarkan.
  • Memahami ketentuan ketenagakerjaan dan pajak penghasilan, diperlukan untuk membangun tim yang selalu menjaga kepatuhan pada regulasi.
  • Bersedia melakukan perjalanan bisnis keluar kota atau keluar negeri, pastinya anda harus siap dengan hal ini, mengingat bisnis bisa berada di Indonesia atau di seluruh dunia.
  • Mampu menulis dan aktif menggunakan social media, diperlukan di era keterbukaan informasi dan penggunaan social media.
  • Mengerti teknologi di Contact Center memberi nilai tambah, diperlukan seseorang yang dapat memanfaatkan teknologi untuk membuat pekerjaan lebih mudah.
  • Memiliki sertifikasi contact center merupakan nilai tambah, diperlukan untuk menyamakan persepsi bahwa anda memahami dunia pelayanan, khususnya contact center.

Apa saja manfaat yang dapat diterima sebagai karyawan adalah sebagai berikut :

Gaji Pokok, Tunjangan Jabatan, Tunjangan Kinerja Bulanan, Bonus Tahunan, Bonus Penjualan, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
Namun lebih dari itu, sebagai sahabat (best friend) anda akan memiliki sejuta alasan untuk menjadikan pekerjaan sebagai media menemukan kebahagiaan. Sesuatu yang memotivasi anda untuk hadir di kantor, berbincang ide bisnis, bekerjasama menyelesaikan masalah dan memahami diri sebagai insan sosial yang membutuhkan orang lain.

Jadi tunggu apa lagi, silahkan Kirimkan lamaran ke hrd@telexindo.com dan jadwalkan waktu anda untuk diskusi. Siapa tahu anda akan sesuai dengan lingkungan kerja kami dan menjadi bagian dari best friend kami. (AA)





Mudik dan Reuni

29 06 2017


Ketika liburan panjang tiba, maka yang jadi topik hangat adalah mudik dan reuni. Ada yang mudik untuk reuni dengan rekan-rekan SD sampai dengan kuliah, ada pula yang mudik hanya untuk bertemu keluarga. Bahkan sebagian juga mudik untuk melihat investasi yang dilakukan di kampung halaman.

Dengan tujuan yang hampir sama, Mudik dan Reuni, mempunyai semangat yang mirip. Coba saja lihat perbincangan di berbagai group sekolah, semangat untuk reuni seperti merancang suatu event yang semarak. Mulai dari persiapan angkutan, lokasi, makanan sampai dengan acara dan kostum. Ada yang disiarkan lewat radio, surat kabar bahkan sampai Televisi, yang jelas social media menjadi sarana yang utama.

Mudik juga begitu persiapannya mulai dari oleh-oleh sampai dengan membeli tiket dan menginap dimana. Bahkan merancang apa saja yang mau dikunjungi selama mudik ke kmpung halaman. Tak ketinggalan makanan khas yang mau dicicipi, dengan alasan rindu makanan daerah. Apalagi habis puasa yang cukup panjang menyebabkan selera makan sedang meningkat.

Membahas mengenai mudik dan reuni banyak nasehat dan tips yang berseliweran di social media dan group chatting. Tergantung pada cara masing-masing memaknai sebuah proses mudik dan reuni. Apa tujuan yang ingin dicapai ? Apakah untuk memperlihatkan keberhasilan yang telah dicapai, mengenang masa-masa indah atau menjalin keakraban dan melihat peluang untuk bekerjasama.

Ada yang memanfaatkan mudik dan reuni untuk kepentingan pencitraan termasuk dukungan pencalonan kepala daerah atau anggota dewan, ada pula untuk kepentingan bisnis dan ada yang hanya untuk bernostalgia. Tentunya banyak yang kangen keluarga dan menikmati suasana kampung halaman. Bagi saya mudik artinya menikmati masakan dan melihat pemandangan kampung yang hijau dan kesempatan berbincang dengan keluarga.

Bagaimanapun mudik dan reuni ada kalanya membutuhkan dana yang tidak sedikit utamanya jika harus melakukan perjalanan jauh. Untuk itu mudik dan reuni harus bisa dinikmati sebagai suatu proses sosialisasi dan menjalin silaturahim. Waktu cepat berlalu kita berubah menjadi tua, kesempatan mudik dan reuni harus memberikan manfaat untuk merasakan bahwa kita punya keluarga, punya kampung halaman dan punya sahabat.

Apapun kebanggaan yang kita miliki dalam mudik atau reuni, yang lebih penting dari itu adalah memiliki keluarga dan sahabat. (AA)





Belajar Ikhlas 

28 06 2017


Ketika kita bisa merelakan sesuatu yang hilang, kita biasa mengatakan diikhlaskan saja. Bisa berarti bahwa ikhlas pada saat kita bisa mengembalikan pada kehendak Yang Mahakuasa.

Kita belajar ikhlas pada saat sesuatu yang terjadi secara sengaja atau tidak sengaja. Kita juga belajar ikhlas pada saat kita diberikan cobaan atau diberikan kemudahan, misalnya :

  • Merelakan barang bawaan atau oleh-oleh makanan khas yang tercecer di stasiun atau bandara.
  • Membayar mahal makanan rumah makan atau restoran yang harganya tidak masuk akal dan pelayanannya buruk.
  • Menerima kiriman belanja online yang tidak sesuai dengan gambar dan malas mengembalikannya.
  • Memberikan kepada orang lain baju atau celana baru yang salah beli ukurannya.
  • Merelakan sepotong ayam yang dimakan kucing kesayangan atau kucing tetangga.
  • Merelakan uang kembalian belanja yang ditukar dengan permen atau disumbangkan entah kemana.
  • Merelakan uang yang salah transfer dan tak tahu kemana harus meminta dikembalikan.
  • Membayar lebih banyak dari 2,5% atas penghasilan untuk zakat dan menyumbang untuk infaq dan sadaqoh.
  • Mewakafkan tanah atau uang untuk membangun masjid dan mebantu kegiatan ibadah.
  • Memberikan uang belanja harian kepada yang lebih membutuhkan.
  • Merelakan karyawan atau tim terbaik untuk berpindah perusahaan.
  • Merelakan kekasih bertugas di tempat yang jauh, asalkan tidak berpindah ke lain hati.
  • Memahami pelanggan yang marah, walaupun tidak tahu siapa yang membuatnya marah.

Kamu pasti punya cerita tentang ikhlas lainnya ? Ayo berbagi dan memberikan semangat bagi yang lain. (AA)





Sumbu Pendek

27 06 2017


Seperti umumnya bahan peledak, biasanya mempunyai sumbu untuk memicu terjadinya ledakan. Semakin pendek sumbu yang digunakan, maka makin cepat meledak, sebaliknya semakin panjang sumbu yang digunakan, maka semakin lama terjadinya ledakan. Sumbu ibarat hitungan mundur bom waktu yang siap menjalar untuk mencapai titik ledakan yang diinginkan. 

Dalam kehidupan kita juga demikian, ada kalanya kita terlihat sangat emosional dan mempunyai sumbu pendek, yang responsenya terhadap kondisi tertentu sangat cepat. Kita marah pada saat makanan lambat disajikan, kita marah pada saat kereta terlambat, kita marah pada saat jalanan macet dan semacamnya. Sebaliknya sebagian dari kita juga mempunyai sumbu yang agak panjang yang bisa mengulur waktu untuk tidak meledak. Kita bisa menikmati sebuah proses atas tertundanya atau ketidaksesuaian sesuatu dan mengambil hikmahnya.

Sikap mengulur waktu akan memberikan kita kesempatan untuk berpikir lebih jernih terhadap  berbagai kondisi yang kita hadapi. Bahkan kemungkinan bisa memahami atau mengantisipasi dampak yang ditimbulkan dari sikap yang emosional. Bagaimanapun luka yang timbul akibat suatu ledakan, merupakan hal yang tidak bisa dikembalikan sempurna, alias pasti ada cacatnya.

Sebagai mahluk yang memiliki perasaan, jika kita punya sedih, kita juga akan punya rasa gembira. Jika kita punya marah atau kecewa, kita juga punya senang atau bahagia, jika kita bisa merasa lambat, kita juga bisa merasakan yang cepat. Jika tahu yang buruk atau jelek, kita juga akan tahu yang cantik atau baik. Hal yang bertolak belakang ini merupakan sesuatu yang tidak mudah diseimbangkan. 

Terhadap sesuatu yang tidak sesuai kita punya cara pandang untuk kecewa atau marah. Pada saat kita berhak untuk marah, berhak untuk menuntut dan berhak mendapatkan lebih baik. Apakah tidak boleh kita kecewa, marah dan menuntut ? Tentu saja ada jalurnya yang lebih baik, walaupun jalur keras terkadang dirasakan menjadi jalur yang mudah untuk mendapatkan perhatian.

Bagaimanapun sikap emosional dapat dikendalikan dengan mengatur sumbu ledak perasaan kita. Sikap menahan diri, mengulur waktu dan tetap tenang akan memudahkan mencerna makna, sekaligus bisa berkomunikasi dengan baik. Cara kita berkomunikasi menjadi alat kendali untuk menyampaikan sesuatu dengan bijak, baik dalam bahasa tulisan maupun dalam komunikasi verbal.

Bulan Ramadan bisa menjadi bulan dimana kita belajar mengendalikan emosi. Lebaran menjadi titik dimana kita merayakan keberhasilan kita mengendalikan diri, sekaligus kita lulus dan bisa menerapkan selanjutnya. Tetap semangat dan mari mengolah emosional kita dengan mengatur sumbu ledak kita. Semoga hikmah ramadan menjadi berkah bagi kita semua. (AA)