Eiffel dari Dekat

21 10 2017

Berkunjung ke Paris pastinya ingin melihat lebih dekat dengan menara yang satu ini. Eiffel, menara yang namanya sama dengan pembuatnya, yang merupakan rangka baja bersilang-silang. Pada dasarnya tidak terlalu tinggi, akan tetapi ada saja cerita novel atau film yang menginspirasi untuk kesini. Bahkan sebagian peserta Benchmarking Tour Europe ICCA menanti-nanti jadwal kunjungan ke Eiffel. Rasanya tak sabar mereka ingin berfoto dari dekat. Ada yang sudah merancang dengan beberapa tulisan titipan yang dibawa dari tanah air.
Saya mencoba memahami dengan mengelilingi menara Eiffel dan mengambil foto dari 2 sisi berbeda. Namun, berada di dekat menara Eiffel, pada dasarnya sama saja pada saat kita dekat dengan Monas. Tentunya ada kesan penasaran yang menyebabkan banyak orang tertarik berfoto dan mengunjungi menara ini. Bahkan ada yang rela antri untuk menggunakan lift menuju puncak menara ini.


Tergantung cuacanya, pada saat musim gugur atau hampir musim dingin, suasana sejuk membuat kesan romatis sepanjang hari. Bagi saya, cuaca dan suasana kota yang membuat hal itu mendukung untuk kita merasa romantis di kota Paris. Tentunya harus ada yang diajak untuk menjadi teman menikmati suasana romantis itu, jika tidak, cukup menikmati pemandangan dan cemburu melihat suasana di sekeliling kita.
Tak jauh beda dengan kota besar lainnya yang serba macet, apalagi pada jam masuk dan pulang kantor. Namun dengan cuaca yang sejuk memungkinkan kita berjalan kaki dari satu lokasi dengan lokasi lainnya. Begitu juga suasana pada saat mendekati lokasi menara ini. Banyaknya turis yang datang menyulitkan kendaraan untuk parkir. Namun dengan penjagaan yang ketat, bahkan oleh pihak militer bersenjata, maka suasana terjaga dengan baik.


Jika ada yang mengatakan sekitar menara Eiffel banyak copet, syukur Alhamdulillah semua peserta dalam rombongan saya tidak menemukan hal itu. Yang merepotkan hanya beberapa penjual souvenir berkulit hitam yang tak pernah menyerah menawarkan dagangannya. Bahkan mereka pandai berbahasa Indonesia, menawarkan dagangan ala pedagang pasar. “Ayo beli, murah, cuma 1 euro dapat 5”, begitu mereka biasanya menawarkan gantungan kunci dengan menara Eiffel. 


Yang jelas semua peserta rombongan seakan tak puas diri untuk berfoto, baik sendiri maupun berkelompok. Berbagai gaya dan sudut pengambilan gambar sudah dilakukan dan semuanya merasa tak ingin melewatkan kesempatan pertama ke Eropa. Bahkan ada yang mengajak turis asing yang berkunjung kesana. Mungkin juga tertarik dengan hidup mancung dan wajah yang berbeda dengan di tanah air.
Walaupun tak ada yang sangat istimewa dari tempat ini, pastinya jika ada kesempatan bisa ajak pasangan mengunjungi kota ini. Siapa tahu ada hal lain yang ditemukan dan kemungkinan ada kesan tersendiri yang berbeda. Kapan ? Yah, Tunggu saatnya liburan tiba.

(AA)

Advertisements




Konsistensi Pencatatan Pelayanan

31 08 2017

Dalam setiap training Agent, saya selalu menekankan bahwa pelayanan contact center membutuhkan pencatatan untuk setiap pelayanan yang diberikan. Jika kita belum mencatatnya, maka bisa berarti bahwa pelayanan kita bersifat sosial saja dan tidak perlu mengukur tingkat produktivitas kerja, apalagi mengukur tingkat penyelesaian suatu pelayanan.
Ada kemungkinan suatu contact center tidak melakukan pencatatan atas suatu pelayanan pada aplikasi, karena sudah melakukan perekaman percakanan yang nantinya dapat diolah sebagai ukuran kualitas dan produktivitas contact center. Bukti rekaman saat ini bisa diolah menjadi text dan digunakan sebagai laporan yang dapat digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan.
Menjamin konsistensi dalam melakukan pencatatan adalah proses yang tidak mudah dan memerlukan pengawasan dan penilaian yang konsisten juga. Tanpa adanya pengawasan dan penilaian, maka ada kalanya agent lupa atau merasa tidak perlu. Agent tidak akan merasakan urgensi untuk melakukan pencatatan, karena tak ada dampaknya bagi dirinya.
Menanamkan bahwa pencatatan adalah penting, merupakan proses yang harus berkesinambungan ditekankan pada Agent. Harus ada budaya untuk mencatat setiap pelayanan dan ini harus didukung oleh ketersediaan aplikasi yang mana dah digunakan dalam melakukan pencatatan. Kegiatan pencatatan harus dilakukan serta merta pada saat proses pelayanan sedang berlangsung, sehingga tidak ada yang terlewatkan. Hal ini menuntut agent untuk menguasai teknik mengetik selama proses pelayanan.
Bagi anda agent yang melayani pelanggan, berusahalah untuk memberikan pelayanan terbaik dan jangan lupa mencatatnya. Hanya dengan begitu proses pelayanan dapat diamati, diukur dan terus diperbaiki. Jadi bagian dalam memberikan nilai tambah pelayanan dan dimulai dengan pencatatan pelayanan yang baik.
Ibarat pencatatan keuangan, setiap pemasukan dan pengeluaran dicatat setiap sen perubahan yang terjadi. Dengan pencatatan yang baik, maka terhindar dari terjadinya selisih jumlah uang yang keluar masuk. Nah, apakah harus sedetail itu pencatatan pelayanan ? Ya, jika setiap pelayanan anda aggap berharga, maka anda harus mencatatnya. Anggaplah bahwa kehilangan satu pelayanan, anda akan kehilangan sejumlah Rupiah dari keuangan anda.
Berharap pencatatan yang anda lakukan juga dibarengi dengan upaya untuk menganalisa serta menghasilkan laporan yang bermanfaat bagi kinerja contact center. (AA)





Pesan dan Hadiah

30 08 2017

Ibarat sebuah hadiah, ada yang dibungkus dengan kertas koran, ada yang dalam amplop atau ada yang dibungkus dengan pita merah dan ada juga dalam kemasan bludru yang mewah. Semuanya bertujuan untuk menciptakan kesan bagi yang menerimanya. Upaya yang dilakukan oleh pemberi hadiah supaya yang menerima senang atas hadiah yang diberikan.
Ada hadiah yang diberikan pada waktu tertentu, pada saat ulang tahun, atau pada saat merayakan sesuatu yang menggembirakan. Ada juga hadiah diberikan pada saat mengikuti lomba tertentu. Sebatang coklat yang diberikan sebagai hadiah punya kesan berbeda jika diperoleh dari lomba dibandingkan ditraktir teman. Begitu juga hadiah tertentu akan berkesan berbeda jika diberikan pacar atau pasangan dibandingkan oleh teman kerja atau bahkan orang tua.
Begitu juga halnya dalam komunikasi ada perbedaan antara waktu, ruang dan siapa yang menyampaikannya. Utamanya dalam menyampaikan pesan yang buruk atau baik, sehingga dapat diterima dengan baik pula. Bahkan ada hal-hal baik yang akan lebih bermakna atau berkesan jika dikomunikasikan oleh orang lain, dibandingkan jika kita sendiri yang melakukannya.
Orang tua atau pimpinan perusahaan ada kalanya tidak menyampaikan sendiri suatu pesan atau hadiah. Diberikan kepada anak atau karyawan melalui orang lain, sehingga lebih bermakna. Bisa dilakukan dengan mengikutkan pada kompetisi tertentu atau bisa juga diberikan atas prestasi yang dicapai.
Begitu juga pesan perbaikan atau hukuman, diberikan melalui orang lain, sehingga tidak memandang negatif kepada sumber berita. Dengan kemampuan komunikasi yang baik, seseorang mampu menjembatani ruang dan waktu, sehingga tetap ada kesan baik.
Dalam pelatihan juga demikian, ada manager atau pimpinan perusahaan yang tidak bisa melatih langsung karyawannya. Untuk itu diberikan ke orang lain, dengan metoda yang hampir sama, maka pengembangan yang diharapkan dapat lebih diterima dibandingkan dilakukan sendiri. Adanya unsur emosional jika dilakukan sendiri, menyebabkan proses pelatihan butuh orang lain. Begitupun dengan orang tua, ada hal-hal tertentu jika dilakukan sendiri menimbulkan perdebatan, maka dilakukan melalui orang lain.
Bagaimana semua kembali pada pelakunya, kesadaran untuk melakukan komunikasi sangat penting. Dengan demikian terhindar dari kesalahan persepsi yang menimbulkan ketidakcocokan. Semoga berkenan adanya. (AA)





Menariknya Kekuasaan

15 07 2017

Jelang pemilihan kepala daerah secara serempak tahun 2018 banyak terpasang baliho bakal calon pemimpin. Hal yang sama dengan kampung halaman saya, Pinrang. Dalam mudik mendadak ke kampung halaman, sepanjang perjalanan dari Makassar ke Pinrang, banyak baliho figur bakal calon yang mempromosikan dirinya. Tentunya dengan berbagai slogan dan program kerja yang diunggulkan.
Banyak dana promosi maupun sosialisasi yang harus dikeluarkan tak menyurutkan niat mereka untuk menjadi pemimpin. Banyaknya tuntutan masyarakat untuk mendapatkan program kerja yang lebih nyata, menjadi tantangan. Dilain pihak mempengaruhi ketertarikan masyarakat untuk memilih membutuhkan program nyata yang ingin dirasakan secara langsung. Semua itu butuh dana yang tak sedikit.
Pertanyaannya, bagaimana dana itu semua akan kembali ? Atau adakah yang mendanai hal tersebut sebagai program tanggung jawab sosial yang menyalurkan bantuan kepada masyarakat ? Kalau menang, kemungkinan ada kesempatan mengembalikan. Bagaimana kalau kalah ? Apakah yang kalah akan menganggap semua dana yang dikeluarkan dianggap sebagai sumbangan atau akan menuntut pihak-pihak yang menjanjikan kemenangan.
Coba bayangkan jika setiap calon harus mengeluarkan dana 10-100 Milyar untuk memenuhi ambisinya. Banyak dana yang digunakan akan membuat daerah mempunyai perputaran uang yang besar. Bisa jadi hanya dinikmati oleh orang-orang tertentu, yang menjalankan eforia pilkada. Ada tim sukses yang turut menyumbang dengan harapan calon yang diusung bisa mendapatkan suara dan ada pula sebaliknya.
Iseng bertanya ke sejumlah kalangan, ada yang berpendapat bahwa semua dana tersebut bisa kembali jika memenangkan pemilihan kepala daerah. Berbagai bentuk program pembangunan dan perizinan bisa menjadi jalur untuk memperoleh pengembalian dana. Kalau hal ini benar adanya, kasihan masyarakat yang tidak bisa mendapatkan pembangunan yang maksimal, karena harus dibebani oleh biaya pilkada.
Dari berbagai perbincangan, yang mengisi hampir mayoritas pertemuan dengan berbagai kalangan, saya mendapatkan kesan buruk pilkada. Suatu program yang membutuhkan ongkos yang besar dan bisa jadi hanya dimenangkan oleh kalangan yang mempunyai dana besar. Sebaliknya bakal calon yang mempunyai program kerja dan kemampuan memimpin daerah lebih baik tidak dapat terpilih. Masyarakat juga digiring untuk lebih cenderung memilih berdasarkan “manfaat” langsung yang mereka dapatkan.
Apapun motivasinya, tetap menjadikan pemilihan kepala daerah menarik, baik untuk kepentingan partai, kepentingan calon ataupun kepentingan tim sukses. Bahkan jika tidak ada calon, maka partai juga akan pusing untuk memenuhi ketentuan. Pada akhirnya pemilihan kepala daerah kurang menarik jika harus memilih antara calon dan kotak kosong.
Apakah nanti dapat kewujudkan janji-janjinya atau hanya memilirkan bagaimana cara mengembalikan dana yang sudah dikeluarkan. Ada yang akan bekerja keras dalam membangun daerahnya, ada pula yang akhirnya terjebak dengan pungli atau korupsi yang terindikaai dan tertanggap KPK.
Berharap bahwa siapapun yang terpilih sebagai pemimpin dapat membawa kepada perbaikan kehidupan masyarakat, perbaikan pada pelayanan dan pendapatan daerah. (AA)





Tetap Sehat Di Usia Senja

14 07 2017

Seiring dengan waktu, usia kita bertambah dan kemampuan kita mengalami kurva meningkat, selanjutnya akan menurun. Semakin lama semakin rendah, baik dalam kemampuan komunikasi, kemampuan bergerak maupun daya tahan tubuh terhadap penyakit.
Bagi orang-orang tertentu menjaga kesehatannya, baik dengan mengkomsumsi makanan sehat, terus berolah raga, menghindari stress kerja, menjaga waktu tidur atau konsumsi vitamin. Berbagai hal dilakukan, baik secara tiba-tiba ataupun sudah merupakan kebiasaan. Ada yg dulunya melakukan aktivitas yang tidak teratur, karena ada indikasi penyakit tertentu, akhirnya menjadi lebih teratur. Ada pula yang mempunyai kebiasaan olah raga dan menjaga diri dengan menghindari makanan tertentu.
Berbagai upaya dilakukan untuk tetap sehat. Namun usia menyebabkan daya tahan menurun. Ada yang usianya diatas 50, tapi sakit-sakitan, ada pula yang usianya sudah 70 an dan tetap sehat melakukan berbagai aktivitas. Semua itu adalah proses panjang yang kita lakukan sebelumnya. Berbagai hal yang dilakukan dan berdampak buruk pada kesehatan mempengaruhi beban dan daya tahan tubuh.
Memperhatikan Ayahanda yang terbaring sakit, dalam usianya yang menginjak 77 tahun. Walaupun saya tahu bahwa beliau rajian menjaga kesehatan, menjaga minum atau makan makanan yang sehat, tidak terbebani dengan berbagai macam hal. Namun usia telah mengurangi daya tahannya terhadap penyakit yang dideritanya. Berbagai macam penyakit menjadi faktor lemahnya kondisinya dan saat ini terbaring melawan penyakit yang dideritanya. Berbagai obat diberikan dan juga cairan infus membantunya untuk mendapatkan asupan makanan.
Satu hal yang tetap membuatnya terjaga, dengan kehadiran anak-anaknya disampingnya, yang bisa mengurus segala kebutuhannya. Terasa bahwa ada saatnya kita sebagai anak mempunyai kesempatan memberikan perhatian bagi orang tua. Jika dia dulu yang merawat kita, termasuk jika kita sakit, mengurus berbagai macam biaya hidup kita. Sekarang saatnya memberikan sesuatu yang dibutuhkannya. Mungkin kembali menjadi sehat seperti sediakala tidak bisa, namun bagaimana merasakan perhatian dari anak-anaknya.
Bagaimana dengan kita, suatu saat nanti, pada saat kita menjadi tua dan kemampuan menurun. Apakah anak-anak akan hadir disamping kita ? Mengurus segala kebutuhan, baik pada saat kita sehat maupun pada saat kita sakit. Atau mungkin saja yang menemani hanya perawat dan dokter, tanpa anak yang sibuk dengan berbagai urusannya. Saya kira adalah pilihan yang harus dipersiapkan saat ini, baik bagi kita sebagai orang tua maupun sebagai anak.
Pilihannya tentunya supaya kita tetap sehat dan menjalankan aktivitas. Untuk itu kita perlu bekal sehat, bahkan jika kita punya banyak asuransi yang akan menjamin pengobatan kita. Pilihannya tentu tetap dalam kondisi sehat dan terhindar dari berbagai penyakit yang membebani. Betapa bahagianya bisa menikmati makanan, bisa menikmati pemandangan atau berbagai kebiasaan lainnya sampai hari tua. Bagaimana merasakan mempunyai cucu, melihat anak-anak bahagia dengan keluarganya.
Begitulah sehat memang sebuah anugerah yang harus kita syukuri dan menjaga diri tetap sehat adalah bagian dari rasa syukur itu. Semoga berkah dan bermanfaat adanya. (AA)





Best Friend

30 06 2017


Kali ini ingin menulis Lowongan pekerjaan untuk menjadi Best Friend. He he he … kenapa begitu ? Tidak cukup hanya seseorang yang bisa menjadi MANAGER BUSINESS DEVELOPMENT, seharusnya bisa menjadi sahabat bagi rekan-rekan kerja di kantor.

Ayo simak kualifikasinya, siapa tahu anda atau seseorang yang anda kenal termasuk yang sesuai dengan pekerjaan ini :

  • Pria / Wanita, Usia maksimal 40 tahun, usia yang cukup layak sebelum masa pensiun 55 tahun.
  • Pendidikan Min. S1 semua jurusan. Pada dasarnya ini landasan yang baik bahwa ia pernah menyelesaikan tangangan perkuliahan dengan segala macam masalahnya.
  • Mampu berkomunikasi dengan baik dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Bagaimanapun seorang sahabat perlu pandai berkomunikasi.
  • Memiliki pengalaman minimum 3 tahun sebagai Team Leader atau Supervisor di Contact Center atau Customer Service. Perlu seseorang yang berpengalaman, sehingga pernah merasakan posisi yang mirip dan mudah beradaptasi.
  • Bisa bekerjasama dalam membangun tim untuk mencapai target proyek serta memotivasi tim untuk mencapai target. Ini sangat diperlukan untuk memiliki tim yang solid dan termotivasi.
  • Memiliki kemampuan perencanaan bisnis dan komitmen untuk mencapai target bisnis yang direncanakan. Diharapkan bisa menyusun target bisnisnya yang realitis dan mampu mencapainya.
  • Menyukai bertemu orang lain dan melakukan kunjungan secara rutin ke calon mitra kerja sesuai target market yang telah ditentukan. Dibutuhkan yang mau bertemu dengan orang lain, utamanya orang baru, sehingga mau berkembang dan membangun bisnis.
  • Memiliki kemampuan untuk membuat proposal bisnis, membuat materi presentasi dan melakukan presentasi. Ini sangat penting untuk membangun bisnis diperlukan seseorang yang mampu menawarkan.
  • Memahami ketentuan ketenagakerjaan dan pajak penghasilan, diperlukan untuk membangun tim yang selalu menjaga kepatuhan pada regulasi.
  • Bersedia melakukan perjalanan bisnis keluar kota atau keluar negeri, pastinya anda harus siap dengan hal ini, mengingat bisnis bisa berada di Indonesia atau di seluruh dunia.
  • Mampu menulis dan aktif menggunakan social media, diperlukan di era keterbukaan informasi dan penggunaan social media.
  • Mengerti teknologi di Contact Center memberi nilai tambah, diperlukan seseorang yang dapat memanfaatkan teknologi untuk membuat pekerjaan lebih mudah.
  • Memiliki sertifikasi contact center merupakan nilai tambah, diperlukan untuk menyamakan persepsi bahwa anda memahami dunia pelayanan, khususnya contact center.

Apa saja manfaat yang dapat diterima sebagai karyawan adalah sebagai berikut :

Gaji Pokok, Tunjangan Jabatan, Tunjangan Kinerja Bulanan, Bonus Tahunan, Bonus Penjualan, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
Namun lebih dari itu, sebagai sahabat (best friend) anda akan memiliki sejuta alasan untuk menjadikan pekerjaan sebagai media menemukan kebahagiaan. Sesuatu yang memotivasi anda untuk hadir di kantor, berbincang ide bisnis, bekerjasama menyelesaikan masalah dan memahami diri sebagai insan sosial yang membutuhkan orang lain.

Jadi tunggu apa lagi, silahkan Kirimkan lamaran ke hrd@telexindo.com dan jadwalkan waktu anda untuk diskusi. Siapa tahu anda akan sesuai dengan lingkungan kerja kami dan menjadi bagian dari best friend kami. (AA)





Mudik dan Reuni

29 06 2017


Ketika liburan panjang tiba, maka yang jadi topik hangat adalah mudik dan reuni. Ada yang mudik untuk reuni dengan rekan-rekan SD sampai dengan kuliah, ada pula yang mudik hanya untuk bertemu keluarga. Bahkan sebagian juga mudik untuk melihat investasi yang dilakukan di kampung halaman.

Dengan tujuan yang hampir sama, Mudik dan Reuni, mempunyai semangat yang mirip. Coba saja lihat perbincangan di berbagai group sekolah, semangat untuk reuni seperti merancang suatu event yang semarak. Mulai dari persiapan angkutan, lokasi, makanan sampai dengan acara dan kostum. Ada yang disiarkan lewat radio, surat kabar bahkan sampai Televisi, yang jelas social media menjadi sarana yang utama.

Mudik juga begitu persiapannya mulai dari oleh-oleh sampai dengan membeli tiket dan menginap dimana. Bahkan merancang apa saja yang mau dikunjungi selama mudik ke kmpung halaman. Tak ketinggalan makanan khas yang mau dicicipi, dengan alasan rindu makanan daerah. Apalagi habis puasa yang cukup panjang menyebabkan selera makan sedang meningkat.

Membahas mengenai mudik dan reuni banyak nasehat dan tips yang berseliweran di social media dan group chatting. Tergantung pada cara masing-masing memaknai sebuah proses mudik dan reuni. Apa tujuan yang ingin dicapai ? Apakah untuk memperlihatkan keberhasilan yang telah dicapai, mengenang masa-masa indah atau menjalin keakraban dan melihat peluang untuk bekerjasama.

Ada yang memanfaatkan mudik dan reuni untuk kepentingan pencitraan termasuk dukungan pencalonan kepala daerah atau anggota dewan, ada pula untuk kepentingan bisnis dan ada yang hanya untuk bernostalgia. Tentunya banyak yang kangen keluarga dan menikmati suasana kampung halaman. Bagi saya mudik artinya menikmati masakan dan melihat pemandangan kampung yang hijau dan kesempatan berbincang dengan keluarga.

Bagaimanapun mudik dan reuni ada kalanya membutuhkan dana yang tidak sedikit utamanya jika harus melakukan perjalanan jauh. Untuk itu mudik dan reuni harus bisa dinikmati sebagai suatu proses sosialisasi dan menjalin silaturahim. Waktu cepat berlalu kita berubah menjadi tua, kesempatan mudik dan reuni harus memberikan manfaat untuk merasakan bahwa kita punya keluarga, punya kampung halaman dan punya sahabat.

Apapun kebanggaan yang kita miliki dalam mudik atau reuni, yang lebih penting dari itu adalah memiliki keluarga dan sahabat. (AA)