Mengemudi dan Berlatih Konsentrasi

9 04 2017

Beberapa minggu terakhir saya mencoba tantangan baru yaitu bawa mobil sendiri. Melewati berbagai macam kondisi jalan beserta kemacetannya. Ada banyak hal yang menarik yang dapat dipelajari dan banyak juga yang cukup menantang.

Diawali dengan mencoba bawa sendiri kendaraan pada saat ada kelas di BSD. Pagi-pagi berangkat tak ada kendala, hanya butuh 1 jam ke BSD dan masih sempat sarapan di salah satu restoran fast food. Sorenya masih sempat menjemput anak yang mau pulang bareng dan sambil makan malam. Harapannya bisa jalan jam 20:00 sambil menunggu macet terurai. Kenyataannya kemacetan parah di jalur BSD ke Duren Sawit. Sepanjang perjalanan menghadapi kemacetan dari kebun jeruk ke tol dalam kota sampai exit di jatinegara. Hampir jam 24:00 tiba di rumah, menghabiskan lebih 5 jam perjalanan.

Selanjutnya setiap hari ke kantor mencoba jalur baru dengan harapan mendapatkan jalur yang paling cepat. Akan tetapi hampir sama saja, akhirnya memilih jalan yang sama. Sambil menyetir, bisa menikmati siaran radio dengan beragam celoteh penyiarnya. Mulai dari siaran yang serius, seperti berita ekonomi, sampai dengan candaan pagi. Kenapa baru kali ini bisa menikmati siaran radio ? Tak ada pilihan lain, hanya itu hiburan yang menarik sambil tetap fokus menyetir.

Jalur Duren Sawit ke Tebet sebenarnya bisa ditempuh hanya dalam 15 menit jika berangkat jam 5:00 pagi. Jika berangkat jam 7:00, kemungkinan sampai jam 09:00, artinya butuh dua jam di jalan. Wah, banyak yang seharusnya bisa dikerjakan dalam 2 jam tersebut. Bisa menulis artikel atau membuat materi presentasi atau membalas email dan mengirimkan penawaran. Tak semuanya bisa ideal, pada kenyataannya kita biasanya habiskan 2 jam untuk tidur dan tidak menggunakan hal produktif selama perjalanan.

Untuk itu kembali pada cara kita menikmati waktu. Dengan membawa kendaraan, maka diisi dengan banyak hal yang bermanfaat, seperti menyimak radio dan lebih fokus pada jalanan. Sedikit terlepas dari gadget yang menyita banyak waktu. Membebaskan mata untuk memandang kemacetan Jakarta beserta perilaku masyarakatnya. Sesekali menghargai pencapaian yang diraih dan menyukuri bahwa banyak tantangan yang dihadapi orang lain.

Terkadang saya berangkat pagi dan menyaksikan sudah banyak yang berangkat pagi juga. Dalam hati, apa yang dikejar sepagi ini, apakah sama dengan saya yang sedang ada tugas untuk mengajar dan menghindari macet ? Atau menyaksikan petugas kebersihan yang pagi-pagi mereka sudah menyapu jalanan. Atau banyak lagi kegiatan pagi yang cukup menggugah semangat untuk lebih produktif dalam menghadapi tantangan.

Bagaimana dengan sore hari, pulang dari tempat kerja atau mengajar jam 17:00. Pilihannya disederhanakan, menunggu sampai sholat magrib atau bahkan sholat isya tiba dan nikmati perjalanan 1 atau 2 jam. Bisa diisi dengan makan malam dulu atau menyelesaikan beberapa hal yang tertunda.

Ada kalanya rasa kantuk juga menyerang, disiasati dengan mencoba hal-hal yang sedikit menantang. Tak perlu diungkap disini tentunya. Yang lebih penting dari semua itu adalah bagaimana bisa melatih konsentrasi dan menggunakan waktu dengan baik. (AA)

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: