Donat dan Selera Pelanggan

9 04 2017

Entah siapa yang mempopulerkan makanan yang satu ini. Hidangan roti yang biasanya diberikan taburan bubuk gula putih. Tentunya sekarang dengan banyak variasi, mulai dari coklat, green tea sampai durian dan aneka buah-buahan.

Tak hanya bulat dan berlubang ditengahnya, ada juga yang bentuknya berbeda sesuai dengan selera penjualnya. Ada yang bentuknya segi empat, ada yang diisi dengan srikaya, coklat atau strawberry dan macam-macam rasa.
Yang populer di Indonesia tentunya ada Dunkin Donat, ada juga JCO dan tak ketinggalan KFC Cafe juga jualan Donat. Hmmm … kenapa KFC ikut-ikutan jualan donat juga, bukannya mereka jagonya Ayam. Apakah mereka melakukan pengembangan bisnis diluar dari bisnis inti ayam ? Atau hanya untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya dengan hidangan yang manis.

Yang menarik bagi saya adalah persaingan bisnis donat. Jika JCO dan Dunkin bisa membuka gerai diluar pusat perbelanjaan dan ramai, artinya makin banyak orang yanh bisa fokus hanya membeli donat. Baik untuk menikmati malam atau pagi hari atau bahkan tak kenal waktu.

Untuk itu JCO dan Dunkin harus menyediakan beberapa jenis makanan, tak hanya yang manis tapi juga yang asin. Hal yang sama dilakukan oleh KFC dengan menyediakan donat yang manis, untuk mengisi kebutuhan pelanggan. Bagaimana dengan McD, apakah tidak tertarik untuk menyediakan donat ?

Coba duduk dan menikmati secangkir coffee latte di Dunkin atau JCO, dan perhatikan tamu yang datang. Apakah kebanyakan dari mereka membeli dan bawa pulang atau banyak yang pesan dan duduk makan ? Tebakan anda betul, banyak dari mereka pesan dan bawa pulang. Artinya ini makanan di perjalanan atau di rumah.

Beda dengan KFC, mereka pesan makan dan makan di tempat. Artinya KFC butuh tempat yang lebih luas dibandingkan JCO dan Dunkin. Akan tetapi peluang itu disiasati oleh JCO dan Dunkin supaya pelanggannya juga bisa menikmati makan di tempat. Dengan mengemas ala Starbuck, maka berbagai minuman kopi dan teh serta coklat dan jus disediakan. Tak lupa free wifi disediakan, sofa yang empuk dan meja untuk bekerja.

Suatu catatan pagi yang menginspirasi bahwa dalam persaingan, perusahaan berusaha memenuhi kebutuhan pelanggannya. Bahkan saat mereka harus keluar dari bisnis intinya. (AA)

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: