Right Time To Call

6 01 2017

Malam itu jam tangan saya menunjukkan pukul 20:05, dan seseorang menelepon dengan nomor lokal Jakarta. Saya masih berada di kendaraan dan asyik menjawab beberapa email dan chat. Walaupun belum tercantum namanya dalam phonebook, saya mencoba menerima telepon tersebut.

Dari cara sapaan awalnya, saya sudah mengindentifikasinya sebagai Telemarketer dan benar saja. Berhubung saya ingin mengetahui cara penjualannya, saya dengarkan saja. Rupanya ia tidak menjual, hanya mengingatkan terhadap fasilitas telekomunikasi yang saya gunakan. Sekaligus ia menginformasikan mengenai jadwal pembayaran dan jatuh tempo. Saya jawab beberapa pertanyaannya dan mengucapkan terima kasih sudah mengingatkan.

Terlepas dari percakapan tersebut perlu atau tidak, bermanfaat atau tidak, pertanyaannya apakah seorang telemaketer mempunyai etika untuk menelepon pada jam 20:00 ? Bagi sebagian mungkin tidak masalah, akan tetapi bisa jadi sebagian besar kesal dengan gangguan tersebut. Apalagi jika yang menelepon menawarkan produk.

Memilih waktu yang tepat merupakan salah satu kunci dalam memenangkan hati prospek untuk melakukan pembelian. Begitu juga pemilihan waktu yang tepat akan membantu dalam proses penerimaan komunikasi telepon. Hal ini harus menjadi perhatian dalam perencanaan kegiatan Telemarketing. Jika tidak dampaknya prospek akan semakin terganggu dan antipati terhadap kegiatan telemarketing.

Di beberapa negara menerapkan etika melakukan kegiatan Telemarketing, utamanya terhadap waktu menelepon dan kesediaan untuk dihubungi. Seseorang dapat menyatakan nomornya untuk todak boleh dihuhungi oleh Telemarketer dengan memasukkan nomornya ke dalam daftar do not call list.

Salah satu rekan yang berkunjung ke Indonesia mempertanyakan mengenai etika kegiatan Telemarketing di Indonesia. Saya informasikan bahwa ada aturan yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan untuk kegiatan Telemarketing produk keuangan. Namun sampai saat ini belum ada aturan untuk industri lainnya.

Walaupun belum ada aturan bakunya, berharap bahwa kegiatan telemarketing tetap dalam koridor yang baik dalam melakukan penawaran, sehingga menjalin hubungan yang baik dengan prospek. Menjadikan kegiatan Telemarketing sebagai metode penjualan yang tidak mengganggu, akan tetapi menjadi solusi. (AA)

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: