Persaingan Bisnis

26 12 2016

Pada saat seseorang masih menjualnya dan ada pelanggan yang membelinya artinya hal itu masih menguntungkan. Besar kecilnya bersifat relatif, namun maknanya, pertama bahwa seseorang menjual sesuatu karena merasa menguntungkan jika dijual dan merugikan jika tetap dipertahankan. Kedua keuntungan bukan hanya dari sisi materinya, bisa juga hal itu masih membuat seseorang punya aktivitas dan menghasilkan.

Jadi teringat suatu warung kecil di kampung halaman. Dulu setiap kali belanja jajanan, pilihan terdekat warung tersebut. Waktu pulang kampung beberapa waktu yang lalu, warung itu masih ada. Tak banyak berubah, bahkan mungkin masih sama, diantara semakin banyaknya pilihan berbelanja. Apa yang masih membuatnya bertahan ? Dan sampai kapan akan bertahan ?

Bisa saja karena tidak pekerjaan yang lain yang menarik atau merasa bahwa ini masih menguntungkan. Dalam kerangka bisnis, kita selalu berupaya untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Dalam jangka panjang kita ingin bertahan dan bertumbuh serta meneruskan bagi generasi selanjutnya. Pada saat semua bisnis ingin bertumbuh maka ruang bertumbuh akan semakin sempit dan berbenturan dengan kepentingan bisnis lainnya.

Dalam bisnis kita tidak mungkin sendiri, karena keuntungan akan menarik minat yang lain untuk mengikuti. Proses kerja yang mudah diikuti atau diduplikasi menyebabkan persaingan bisnis terus menjadi tantangan. Ada yang hadir dengan inovasi baru, ada juga bersaing secara harga bahkan ada yang cukup menjadi pelengkap saja.

Coba perhatikan deretan toko handphone di suatu mall, menjual dengan harga yang sama dan keuntungan yang sudah diatur distributor besar. Mereka menjadi mata rabtai distribusi saja, membuat kesempatan pembeli untuk menawar dan memilih sekaligus membuat suasana yang ramai.

Jika anda sering mengunjungi mall yang sama pasti akan ketemu dengan pemilik toko tertentu dan orang yang sama. Artinya ia masih bertahan berbisnis dan masih menguntungkan. Jika tidak, pasti sudah tutup, karena ia masih harus membayar biaya karyawan, sewa tempat dan bayar listrik.
Toko yang besar mampu memberikan harga yang lebih rendah dengan menggunakan prinsip volume bisnis. Toko yang kecil juga mampu memberikan harga yang lebih rendah dengan tenaga kerja yang efisien. Jadi dalam persaingan bisnis, semua bisa melakukannya dengan harga yang murah, tergantung pada cara menghitung keuntungannya.

Bagaimana dengan kualitasnya, ini menyangkut persaingan juga. Pada saat ada produk yang lebih bagus dengan harga yang sama, maka produk lama akan mahal. Kenapa lebih bagus, karena menggunakan perangkat kerja yang lebih baik, menggunakan tenaga kerja yang lebih muda dan lebih kreatif.

Coba lihat gaya persaingan bisnis antara KFC dan McD, juga Coca Cola dan Pepsi atau antara LG elektronik dan Samsung, atau Samsung dan Apple serta antara Bank Mandiri dan BCA. Begitu juga Alfamart dan Indomart, atau Lazada dan blibli. Apakah mereka hanya bersaing secara harga, atau mereka juga bersaing promosinya saja atau mereka bersaing dalam kualitas. Bahkan diantara persaingan mereka saling menguntungkan dan menggarap pertumbuhan bisnis yang sama.

Jadi pada dasarnya mereka bukan mencari siapa yang memenangkan persaingan. Namun mereka bersaing untuk bertumbuh bersama. Kalau tidak ada pesaing mereka juga akan kewalahan mengedukasi pelanggan. Pastinya yang unggul dalam persaingan bisnis adalah yang mampu bertahan dalam jangka panjang dan menguntungkan. (AA)

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: