Berantakan … !

20 03 2010

Berantakan … !

Semenjak anak-anak beranjak remaja, mulai terlihat perbedaan cara menata antara satu anak dengan anak lainnya. Ada yang secara teratur menyimpan barang-barangnya, ada pula yang membiarkan begitu saja. Terkesan dimanapun dia bermain, maka akan berantakan semuanya. Harus ditegur supaya dapat dirapikan kembali.

Nah, demikian pula hal ini terbawa pada lingkungan kerja. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan kerja yang selalu tertata rapi dan teratur, akan membawa pola tersebut kedalam pekerjaannya. Saya mempunyai keyakinan bahwa hal itu adalah proses yang membudaya dalam lingkungan kecil kita yaitu rumah.

Saya coba perhatikan rekan-rekan kerja yang terbiasa rapi, selalu membersihkan mejanya sebelum dia pulang. Bisa diyakinkan bahwa tidak ada kertas yang berantakan di mejanya. Jikapun ada pasti ada orang lain yang duduk disitu setelah dia pulang. Walaupun begitu, jika diperhatikan ada juga tumpukan pekerjaan dibiarkan berada di inboxnya, mungkin akan dikerjakan besoknya. Dan dia pun sadar bahwa besok ada tumpukan kertas lagi yang harus dia selesaikan. Tentunya dengan sabar, dia tetap akan merapikannya sebelum pulang.

Lain lagi, rekan yang satu ini, jika sudah jam pulang. Semuanya ditinggalkan begitu saja. Kertas kerja berada dimana-mana, draft proposal, surat-surat masuk dan keluar, laporan dan sebagainya. Bahkan kalau perlu monitor komputer yang masih menyala dibiarkan tetap menyala. Mungkin dia pikir, toh besok akan dinyalakan kembali.

Yah, itulah kebiasaan yang terbawa dari lingkungan terkecil di rumah kita. Apakah sebenarnya orang yang tumbuh di rumah yang berantakan, tidak dapat rapi di kantornya. Tentunya, sesuai pernyataan saya sebelumnya, ada kecenderungan begitu, walaupun belum dapat dibuktikan melalui survei.

Jika kita terbiasa untuk rapi, akan selalu memperhatikan supaya lingkungan kerjanya rapi. Rasanya gatal untuk melakukan perubahan, jika melihat ada sesuatu yang berantakan. Asalkan jangan penampilan luarnya saja yang rapi, sedangkan didalamnya carut marut. Istilahnya baju luarnya sih bermerek dan distrika rapi, dalamnya sudah robek-robek juga masih dipakai.

Koq, ngelantur kesitu sih, kembali ke yang berantakan tadi, jika anda adalah cenderung suka meletakkan benda tidak pada tempatnya, maka pada saat anda bekerja akan menjadi beban. Bukan hanya pada peraturan yang berlaku, kualitas pekerjaan anda, juga terhadap rekan-rekan kerja lainnya. Coba perhatikan, mengambil ballpoint di meja teman, tidak dikembalikan, atau kalkulator, atau benda lainnya. Rekan kerja akan kerepotan karena harus mencari tahu kemana barang-barangnya lenyap. Soalnya jika lama tidak ada yang mencari, akhirnya menjadi milik sendiri. He he he … dasar !

Yang sedikit kreatif, kemudian mencoba memasang stiker untuk semua perangkat kerjanya, mulai dari penggaris, staples sampai dengan buku telepon. Mereka meletakkan barang-barangnya secara rapi pada tempat yang dia tentukan. Hmmm … apakah itu bakat atau didikan ? Entahlah, coba dengarkan kata hati, anda didik untuk berantakan atau sudah bakatnya begitu.

Saya terkadang iri, jika datang ke kantor client yang rapi berada dikawasan perkantoran. Mulai dari ruang resepsionist sampai ruang direkturnya, kelihatannya tidak ada satupun barang yang tidak tersimpan rapi. Bahkan ada kesan, apakah ruangan ini digunakan untuk bekerja atau tidak. Disadari atau tidak, pasti pemiliknya memiliki uang untuk melakukan itu semua, dan itu harus dibayar oleh pelanggan mereka. Begitulah pikiranku berputar, hanya untuk mengurangi rasa iri, karena belum bisa memiliki suasana kantor seperti itu.

Lain lagi seorang rekan lainnya, dia memilih berkantor dikawasan perumahan dekat rumahnya sendiri, mengungkapkan bahwa dia memilih di rumah seperti itu biar merasa nyaman seperti di rumah. Bisa makan masakan rumahan atau balik tidur siang, tentunya tidak perlu buru-buru ke kantor dan macet di jalan. Rumahnya pun ditata sehingga layak ditempati untuk bekerja dan tentunya karyawannya merasa nyaman untuk bekerja. Walaupun agak berantakan disana-sini, tapi dia mengungkapkan bahwa itu bagian untuk menunjukkan mereka bekerja.

Oh, jadi kuncinya walaupun dimana anda meletakkan tempat kerja anda, serta apakah anda menyukai rapi atau berantakan, semuanya adalah pilihan. Bagaimana dengan call center anda ? (**)

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: